BAB I
SEKILAS SEJARAH BERDIRINYA
PONDOK PESANTREN NURUL FALAH
A.
Sejarah Berdiri Dan Berkembangnya Pondok Pesantren
Nurul Falah.
Menelusuri dan mencermati kronologi sejarah perkembangan Pondok Pesantren
Nurul Falah dari embrio hingga keberadaan saat ini, dapat kita lihat 3 fase /
era sebagai berikut :
1.
Masa Perintis { Era Cikal Bakal ( 1988 –
1990 ) }
Berawal dari kegiatan masyarakat Desa Air Mesu yang di Pelopori oleh Ust.
Sofyan Abu Yamin untuk mendirikan Pondok Pesantren Nurul Falah sebagai pusat
pendidikan Islam dengan berkiblat pada Pondok Pesantren modern Gontor. Maka
mereka mendapatkan tanah wakaf, yang di wakafkan oleh bapak Rosidi Daud dengan
luas tanah 5.082 M2. Selanjutnya wakif telah mengikrarkan wakaf
terhadap Nazir yang bernama Muhammad bin Wahi, dari sinilah mulai dibentuk
Badan Wakaf sebagai pendiri Pondok Pesantren Nurul Falah.
2.
Era Lanjutan Perjuangan ( 1990 – 1993 )
Pada
tahun 1990 atas kesepakatan Badan Wakaf berdirilah Pondok Pesantren Nurul Falah
dengan mendapatkan Santri sebanyak 32 orang Santri dengan jenjang Pendidikan yaitu Madrasah Tsanawiyah setara
dengan SLTP/SMP yang di tempuh dalam kurun waktu 3 tahun. Madrasah Tsanawiyah
ini berdiri sejak tahun 1990 dengan izin operasional tanggal 12 Oktober 1999,
status terdaftar.
Adapun
Santri yang bermukim di Asrama ketika itu baru 1 orang. Dan dari 32 Santri perdana
ini yang mampu bertahan selama 6 tahun hanya sejumlah 23 Santri, namun atas
dasar keikhlasan dan kerja sama yang baik dengan semangat juang yang tinggi
akhirnya Pondok Pesantren Nurul Falah dapat berkembang dengan baik seperti
sekarang ini.
3.
Era Penyempurnaan Dan Pengembangan ( 1996
Sampai Dengan Sekarang )
Masa kegembiraan tiba semenjak tahun 1996, khataman Santri Pondok yang
belajar selama 6 tahun mendapat kesempatan mengikuti tes beasiswa di Mesir. Ini
menandakan bahwa Pondok Pesantren Nurul Falah cukup berprestasi dalam ilmu
keagamaannya. Berawal dari itu prestasi demi prestasi digapai dengan baik
sehingga Pondok Pesantren Nurul Falah terkenal di seluruh pelosok Bangka
Belitung dan sekitarnya. Pembenahan demi pembenahan pun terjadi di segala
Lembaga Mikro di Ponpes Nurul Falah, hingga sekarang jumlah tenaga pengajar dan
pengasuh Pontren Nurul Falah berjumlah 95 orang. Dengan jumlah Santri
keseluruhan berdasarkan data Laporan Bulanan berjumlah 768 orang. Dari seluruh
Lembaga-lembaga Mikro yang ada baik secara Formal maupun Non Formal.
Semenjak berdiri sampai dengan sekarang Pondok Pesantren Nurul Falah sudah
mengalami 3 kali pergantian Pimpinan Pondok dengan masa kepemimpinan sebagai
berikut :
1. Ust. Sofyan
Abu Yamin sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Falah yang pertama dengan masa kepemimpinan dari
tahun 1990 sampai dengan 2003.
Beliau adalah pencetus sekaligus
pendiri Pondok Pesantren Nurul Falah dan berkencimpung di dalamnya sebagai
pengajar/pengasuh sampai habis masa kepemimpinannya, beliau adalah Alumnus
Gontor yang mempunyai etos kerja yang besar untuk memajukan Pondok Pesantren.
Suka duka di lalui sekalipun tanpa upah yang memadai. Semuanya dilakukan atas
dasar Liila`i Kalimatullah.
2. Ust. Isolah
Basri, A. Ma sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Falah yang kedua dengan
masa kepemimpinan dari tahun 2003 sampai dengan 2007.
Beliau pernah diangkat sebagai
kepala Madrasah Tsanawiyah sekaligus guru oleh Pimpinan Pondok kiprah beliau
cukup besar untuk memajukan kualitas pendidikan dan pengajaran di lingkungan
Pondok terkhusus dibagian Pengasuhan Santri. Beliau Alumnus Gontor yang
dikaderkan sebagai Pimpinan Pondok yang di amanati untuk meneruskan perjuangan
yang telah di lakukan oleh Pimpinan Pondok pertama.
3. Ust.
Masri Saharun, sebagai Pimpinan Pondok
ketiga dengan masa kepemimpinan dari tahun 2008 – 2013 / sampai sekarang.
Beliau adalah Santri pertama Pondok
Pesantren Nurul Falah yang menempuh pendidikan selama 6 tahun dengan masa
pengabdian selama 8 tahun ( sebagai guru dan Kepala Madrasah ). Badan Wakaf mengkaderkan
sebagai generasi penerus Kepemimpinan Pontren Nurul Falah, dengan pertimbangan
secara historis beliau yang lebih mengenal tentang keadaan Pontren Nurul Falah.
Secara biografis beliau adalah putra daerah Air Mesu tempat dimana Pondok
Pesantren Nurul Falah Eksis dengan segala aktivitasnya, sedangkan ditinjau dari
disiplin ilmu beliau sering diminta sebagai narasumber di berbagai kegiatan
keagamaan dalam Departemen agama maupun pemda bangka tengah, aktif dalam
berbagai organisasi keagamaan dan sosial serta memiliki popularitas dakwah di
Provinsi Kep. Bangka Belitung, di pandang cukup matang dan handal serta cukup
berwawasan untuk membawa Pondok Pesantren Nurul Falah ke arah yang lebih baik
dan maksimal sesuai dengan keadaan dan tantangan masa sekarang.
Semenjak amanah yang besar itu diberikan badan Wakaf kepada Ust. Masri
Saharun, S. Pd.I, ada beberapa langkah kebijaksanaan telah di tempuh antara
lain :
A. Merestrukturisasikan kelembagaan yang ada
di lingkungan Pondok.
B. Menertibkan administrasi dan manajemen
Pondok.
C. Menyempurnakan kurikulum yang berlaku di
Pondok Pesantren Nurul Falah dengan sistem kurikulum terpadu ( Krikulum Pondok
Modern Gontor, Kurikulum Diknas dan Kurikulum Depag ).
D. Mengoptimalkan kinerja dan profesionalis
Kepengurusan Lembaga Mikro sebagai tangan kanan Pimpinan dalam memajukan
Pontren sesuai dengan Tupoksinya masing-masing.
E. Meningkatkan mutu pendidikan, pengajaran
dan pengasuhan santri di lingkungan Asrama baik fisik maupun non fisik.
Adapun dasar pemikiran yang melatar belakangi kebijakan di atas meliputi 4
hal pokok :
Pertama : Keinginan untuk memenuhi kebutuhan lokal.
Yaitu peningkatan kualitas para pengajar, pendidik dan pengasuh di lingkungan
Pesantren.
Kedua : Keinginan untuk menyamakan atau mendekati
visi dan persepsi para pendidik/pengajar/pengasuh dalam rangka mencapai tujuan
yang sama dan mengantisipasi kemungkinan terjadi perpecahan atau pembentukan
kubu-kubu internal sebagai akibat kesenjangan dalam berbagai hal di lingkungan
mereka.
Ketiga : Keinginan untuk mampu memposisikan diri
pejuang Islam yang ikhlas. Berbuat serta mampu sebagai Uswah Hasanah bagai Santri
dan masyarakat yang harus di mulai dari para pengajar/pendidik/pengasuh Pondok
Pesantren Nurul Falah.
Keempat : Keinginan untuk menjadikan :
1. Pesantren sebagai pusat dakwah Islamiyah
dengan membina Santri sebagai da`i / da`iyah melalui program muhadoroh,kultum
dan mencanangkan program lintas dakwah Desa Santri.
2. Pesantren sebagai pusat pengembangan seni
Islami meliputi :
a.
Pembinaan
seni baca Al-Qur`an / Tausyih.
b.
Pembinaan
seni kaligrafi Arab / Khot.
c.
Pembinaan
lagu-lagu Islami / Nasyid dan Shalawat.
d.
Dan
lain sebagainya.
3. Pesantren sebagai pusat pengembangan bakat
dan keterampilan santri di bidang usaha, meliputi : Kursus Pertukangan,
Reparasi alat-alat elektronik, Instalasi Listrik, Kursus Menjahit, Kursus
Komputer, Kursus Bahasa Asing, Konveksi, Perkebunan, Pertanian dan Peternakan.
Alhamdulillah
semenjak berdiri sampai sekarang dengan menerapkan sistem Pontren secara
utuh, kerinduan dan kepercayaan
masyarakat semakin tumbuh. Perhatian dan dukungan moral serta material pun
diberikan kepada Pondok ini.serta adanya keinginan manampung anak-anak kaum du`afa
( kaum yang lemah )untuk mengecap pendidikan di lingkungan Pondok secara gratis.
Dan hal ini telah dibuktikan dengan menampung 43 anak Panti di Pondok Pesantren
Nurul Falah, salah satu upaya mewujudkan kepedulian dan kasih sayang sesama
masyarakat yang kurang mampu.
B. Kondisi Sosial Keagamaan Masyarakat Sekitar
Pesantren
Desa Air Mesu merupakan sebuah
desa yang berada dalam wilayah Pemerintahan Daerah Kabupaten Bangka Tengah
Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tepatnya berada dalam wilayah hukum
Pemerintahan Kecamatan Pangkalan Baru. Disamping itu Desa Air Mesu letaknya
sangat jauh dari Kota Kabupaten.
Jarak Desa Air Mesu dari Kota
Kabupaten Bangka Tengah lebih kurang 45 Km. Dengan jarak tempuh 60 menit
perjalanan, dan jarak dari Kota Propinsi lebih kurang 15 Km dengan waktu tempuh
20 menit perjalanan. Serta jarak dari Kota Kecamatan lebih kurang 10 km. Dengan
waktu tempuh 15 menit perjalanan. Karena jauhnya jarak tempuh dari setiap
wilayah kota tersebut, menempatkan Desa Air Mesu berada di tengah-tengah yang
di lintasi oleh jalan raya antara Kota Propinsi dan Kota Kabupaten. Sehingga
hubungan transportasi dan komunikasi sangat lancar.
Adapun penguasaan masyarakat
terhadap ilmu agama termasuk pengamalan agama sangat masih memprihatinkan hal
itu di karenakan kurangnya tokoh-tokoh agama yang menguasai ilmu agama secara
luas, namun semenjak berdirinya Pondok Pesantren Nurul Falah secara langsung
memberikan pencerahan terhadap masyarakat akan pentingnya nilai-nilai agama di tanamkan
semenjak dari kanak-kanak sampai dengan maut menjemput, dan hal ini terbukti
kegiatan keagamaan di Pondok Pesantren Nurul Falah Air mesu sudah mulai menjamur di segala lapisan masyarakat, itu semua hasil
dari dakwah yang dilakukan oleh Ustad wal Ustazah serta alumni-alumni Pondok
yang langsung bermu`amalah dengan masyarakat dan menebar Ata`lum wa ta`lim
fidinil Islam di tengah masyarakat dengan mengkedepankan amar ma`ruf nahi
munkar, dalam definisi khusus dakwah dalam artian mengislamkan kembali umat
Islam.
BAB II
KELEMBAGAAN PONDOK PESANTREN NURUL FALAH
Sebagai
lembaga pendidikan Islam yang mengakar di masyarakat, Pondok Pesantren Nurul
Falah memandang perlu merumuskan Visi dan Misi Tujuan dan Program Inti.
Komponen-komponen tersebut sangat penting keberadaannya guna memberikan arah
dan motivasi serta kekuatan gerak bagi seluruh unsur yang terkait secara
langsung dalam pengembangan Pondok. Adapun Visi dan Misi dan Tujuan dapat
berfungsi untuk menyatukan pikiran, persepsi, cita-cita dan harapan –harapan
yang di inginkan demi keutuhan dan kemajuan Pesantren tersebut.
A. Visi,
Misi, Tujuan dan Program Inti
Pondok
Pesantren Nurul Falah adalah Lembaga Pendidikan Islam dengan Visi, Misi, Tujuan
dan Program Inti sebagai berikut :
- Visi
Terwujudnya
lembaga yang melahirkan insan pembawa rahmat bagi umat dengan kecerdasan
intelektual, emosional dan spiritual.
- Misi
a. Mengembangkan semangat keunggulan,
berprestasi, terdidik, terampil, dan berakhlak mulia.
b. Melaksanakan pendidikan, pembelajaran,
bimbingan dan uswah secara efektif dan optimal.
c. Mewujudkan manajemen yang konstruktif,
konsultatif dan inovatif
- Tujuan
Memberikan
tuntunan dan keterampilan hidup bagi Santri ketika berada di tengah-tengah
masyarakat dan mampu menjadi figur yang selalu menebarkan pesona taklim,
tarbiyah dan dakwah Islamiyah sepanjang hayat.
- Program Inti
Pondok
Pesantren Nurul Falah mendambakan profil alumni yang memiliki kopentensi dasar
yang merupakan program inti yang dituangkan dalam 10 jati diri sebagai berikut
:
1. Memiliki iman yang mantap / Aqidah yang
lurus berdasarkan Al Qur`an da As Sunnah.
2. Tunduk dan takut hanya kepada Allah SWT,
tekun dan benar akan ibadah sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
3. Memfigurkan diri sebagai uswah hasanah
yang bertumpu pada ke terpujian akhlak, kerendahan hati, kesabaran diri dan
perasaan syukur nikmat Illahi.
4. Mempunyai kemampuan motivasi dan kreasi
dalam dunia kerja.
5. Menjadikan bahasa resmi Pondok (
Indonesia, Arab dan Inggris ) sebagai mahkota hidup, dan mampu berkomunikasi
langsung dalam percakapan sehari-hari dengan bahasa tersebut.
6. Tegar berjihad memerangi hawa nafsunya dan
senantiasa mengokohkan diri di atas hukum islam melalui ibadah dan amal sholeh.
7. Menumbuhkan rasa berkumpul untuk mencintai
Allah, Rasul dan sesama orang beriman.
8. Mengi`tikadkan diri dalam setiap pertemuan
untuk taat (Allah, Rasul dan sesama orang beriman ).
9. Menanamkan kekuatan jihad Bersatu untuk
dakwah.
10. Membiasakan diri mana kala berjanji untuk
menegakkan syariah Islam.
B. Organisasi
Kelembagaan
Manajemen
yang diterapkan oleh Pondok Pesantren Nurul Falah adalah manajemen modern,
dalam arti bahwa pengelolaan tidak tertumpu pada satu figur kepemimpinan. Namun
pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di tangani oleh kepengurusan Badan
Wakaf dan Yayasan dengan pelaksana harian di kepalai oleh Pimpinan Pondok.
Sebagai pucuk
kepemimpinan di Pondok Pesantren Nurul Falah, Pimpinan Pondok di bantu oleh
sekretaris dan bendahara serta kepala-kepala Lembaga Mikro lainnya. Adapun
pelaksanaan formal di tangani langsung oleh Kepala Madrasah dengan struktur
organisasi otonomi dan tetap dalam jalur koordinasi dengan Pengasuhan Santri (
keasramaan ).
BAB III
SISTEM PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN NURUL FALAH
A. Program Pendidikan
Pondok
Pesantren Nurul Falah menerapkan program pendidikan yang tidak terbatas oleh
pendidikan formal, namun disesuaikan dengan pendidikan-pendidikan non formal
maupun informal. Aplikasi yang ada selama ini bahwa ijazah Pondok akan
dikeluarkan bagi alumni yang telah mengecap pendidikan selama 6 tahun di Pondok.
Adapun program–program pendidikan yang ada di lingkungan Pondok seperti hal
berikut ini :
1. Pendidikan formal meliputi :
a. Madrasah
Tsanawiyah.
b. Madrasah Aliyah.
2. Pendidikan non formal meliputi :
a. Program Penyetaraan Paket A, B dan C.
b. Madrasah Diniyah.
c. Lembaga Pelatihan dan Kursus ( LPK ) :
·
Kursus
menjahit.
·
Kursus
Bahasa Asing.
·
Kursus
Komputer.
·
Kursus
Pertukangan.
·
Reparasi
Alat-alat Elektronik.
3. Program Pendidikan Khusus
a. Muhadoroh ( pengkaderan da`i-da`i ).
b. Khot ( kaligrafi ).
c. Tahsunul Qiro`ah.
d. Karate & Silat.
e. Pramuka.
f.
Dll.
B. Sistem
Pendidikan
Untuk
mencapai tujuan yang digariskan, Pontren Nurul Falah menerapkan sistem
Pendidikan Islam terpadu. Secara formal para Santri di bina melalui jalur Madrasah
yang di kelola oleh Kepala Madrasah, Wali Kelas, Pembina OSIS, Dewan Guru yang
profesional ( Alumni Perguruan Tinggi dalam dan luar negeri ).
Pada sisi
lain para Santri dan Santriwati di tempatkan di asrama secara terpisah. Mereka
di bina dengan sistem kekeluargaan / ukhuwah Islamiyah secara intensif dan
selaras dengan jalur formal. Pembinaan dan Pengasuhan di tangani oleh Mudabbir (
Pengurus Organisasi ), Para Pengasuh Aspa/Aspi, Kepala Ri`Ayah /Kepala Pengasuhan
Santri sampai dengan Pimpinan Pondok.
C. Kurikulum
Pendidikan
Untuk
mewujudkan Pesantren yang handal dan terkenal sesuai dengan visi dan misi,
Pondok Pesantren Nurul Falah menerapkan program kurikulum terpadu antara
kurikulum Depag, Diknas dan KMI Gontor. Kurikulum terpadu tersebut diramu dan
disajikan untuk melahirkan alumnus-alumnus yang memiliki ilmu yang hebat,
Aqidah yang kuat, pergaulan yang agamis. Dan menciptakan lingkungan masyarakat
yang harmonis, dengan di modali ilmu-ilmu agama, bahasa, teknologi, dan
keterampilan-keterampilan lainnya. Oleh karena itu semua kegiatan di atur dalam
tatanan kehidupan yang sesuai dengan nilai dan tujuan pendidikan tersebut.
Pondok
Pesantren Nurul Falah menerapkan sistem pembinaan bahasa Arab dan Inggris
secara aktif dan intensif, dengan cara mengaktifkan komunikasi bahasa Inggris
pada lingkungan kemadrasahan dan mengaktifkan bahasa Arab pada lingkungan
keasramaan. Kedua bahasa tersebut selain di jadikan pengantar, sebagian besar
mata pelajaran juga dijadikan bahasa percakapan harian Santri. Bahasa Arab di pandang
amat penting, karena bahasa Al Qur`an dan As Sunah. Disamping merupakan bahasa
komunikasi dunia Islam. Sedangkan bahasa Inggris dianggap penting karena bahasa
ilmu pengetahuan dan teknologi serta komunikasi internasional.
D. Sarana
Pendukung Pendidikan
Sistem
pendidikan tersebut di tunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai seperti Ruang
Belajar yang permanen, Asrama yang bervariasi, Masjid, Perpustakaan ,
Laboratorium Bahasa Dan Komputer, Koperasi, Dapur umum, ruang LPK, ruang TPUS, Sarana
Olahraga, Perumahan Guru, Air Bersih, Penerangan, Kantin Putra dan Putri,
Poskestren dan lain-lain. Letak geografis Pontren Nurul Falah sangat strategis,
dimana dikelilingi bukit-bukit yang indah, lingkungan masyarakat sekitar yang
bersahabat, iklim yang sejuk yang sangat mendukung terciptanya suasana mukim
dan belajar yang nyaman. Di sinilah sarana empuk sebagai lahan subur tempat menyemai
kader umat menuju insan kamil yang bermanfaat bagi seluruh umat.
BAB IV
KEGIATAN EKONOMI
DAN PENGEMBANGAN PESANTREN
A. Jenis Kegiatan Unit Usaha
Produktif
Jenis
kegiatan usaha produktif yang dikelola oleh Pondok Pesantren Nurul Falah
meliputi 3 bidang yaitu :
1. Bidang Jasa : Photo Copy, Cetak Photo, Pengetikan dan print,
juga yang lainnya.
2. Bidang Perdagangan : Kantin Putra/Putri dan
Kantin Panti.
3. Bidang Peternakan : Peternakan sapi, Pembibitan, Peternakan Ayam dan Itik.
B. Kegiatan
Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat.
Dalam
kegiatan pengembangan dan pemberdayaan ekonomi di Pontren Nurul Falah, di laksanakan
oleh satu wadah dalam bentuk Koperasi Serba Usaha Pontren Nurul Falah. Bentuk Koperasi
Serba Usaha Pontren Nurul Falah dengan badan hukum koperasi dari Deperindag
Kab. Bangka Tengah dan Nomor 018/KPTS/BH/518/XII/2006 Tanggal 26 Desember 2006.
Dalam
pengembangan usahanya, Koperasi Pondok
Pesantren Nurul Falah telah melakukan kerja dengan instansi pemerintah dan
swasta. Seperti pengusaha, pedagang, agen-agen toko besar di Pangkalpinang. Di mana
keuntungan koperasi diharapkan membantu perekonomian Pondok, dengan menyuplai
dana ke bendahara Pondok setiap bulan.
C. Strategi
Pengembangan Pesantren
Di antara
strategi dalam mengembangkan serta memajukan Pontren, maka Pimpinan telah
merumuskan kebijakan-kebijakan yang di tuangkan dalam strategi berikut ini :
1. Peningkatan dan pengembangan kualitas
serta optimalisasi pemberdayaan Ustad-Ustadzah dalam pendidikan dan pengasuhan.
2. Peningkatan dan pengendalian mutu Pondok
Pesantren Nurul Falah.
3. Peningkatan kepedulian, keikhlasan, rasa
memiliki Pondok dan dukungan keluarga besar Pondok, masyarakat, Pemerintah,
dalam menyelenggarakan pendidikan.
4. Peningkatan sarana dan prasarana pendukung
pendidikan dan pengasuhan.
Demikianlah
gambaran sekilas tentang Pondok Pesantren Nurul Falah, semoga Allah SWT. selalu
memberi kekuatan, taufik dan hidayah-Nya kepada kita. Sehingga apa-apa yang
telah kita rencanakan dapat di kabulkan sesuai dengan yang kita inginkan.